Senin, 06 Mei 2013

Sifat Fisik Tanah

Diposting oleh Unknown di 21.44 0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sifat fisik tanah mempunyai banyak kemungkinan untuk dapat digunakan sesuai dengan kemampuannya yang dibebankan kepadanya. Kemampuan untuk menjadi keras dan menyangga kapasitas drainase, dan kapasitas untuk melakukan drainase dengan menyimpan air, plastisitas, kemudahan untuk ditembus akar, aerasi dan kemampuan menahan retensi unsur-unsur hara tanaman, semuanya erat hubungannya dengan kondisi fisik tanah.
Tanah juga digunakan sebagai media pertumbuhan tanaman, ada sebagai penopang jalan raya serta pondasi bangunan. Oleh karena itu tekstur tanah merupakan sifat tanah yang lebih permanen dan terpenting dan akan dibahas.
Tekstur tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Tekstur tanah yang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat memacu dan memperkuat tanaman untuk dapat tumbuh dengan baik, sehinnga segala sesuatu yang diperlukan karena faktor tanah dapat diperoleh. Tekstur tanah juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mendirikan suatu bangunan, apakah suatu bangunan tersebut dapat berdiri kokoh atau tidak di wilayah tersebut, sehingga perlu adanya suatu analisis untuk menentukan jenis tekstur tanah suatu area atau wilayah tertentu.
Penentuan tekstur tanah dapat ditentukan dengan metode analisis kualitatif, dengan merasakan tanah langsung dengan menggunakan jari tangan sehingga dapat diketahui tingkat kehalusan dan kekasarannya. Hal ini disebabkan karena penentuan tekstur tanah merupakan perbandingan fraksi tanah yang meliputi kandungan liat, debu, dan pasir dalam suatu massa tanah yang memiliki bentuk partikel yang berbeda-beda. Bila terasa halus maka tanah memiliki kandungan liat yang dominan dan bila kasar maka kandungan pasirnya dominan.
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum sifat fisik tanah ini adalah :
a. Mengetahui kadar lengas tanah
b. Mengetahui kadar lengas kapasitas lapang
c. Konsistensi tanah
d. Mengetahui tekstur tanah
e. Mengetahui struktur tanah
f. Mengetahui berat volume tanah
g. Mengetahui berat jenis tanah
h. Mengetahui porositas tanah

Budidaya Tomat

Diposting oleh Unknown di 20.57 0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang
Buah tomat merupakan salah satu jenis sayuran buah yang sangat dikenal oleh masyarakat, rasa buah tomat adalah menis – manis segar yang dapat memberikan kesegaran pada tubuh kita, karena cita rasanya yang khas ini, buah tomat banyak digemari orang, cita rasa dan kelezatan buah tomat juga dapat manambah cita rasa dan kelezatan berbagai macan makanan dan minuman.
Tomat (Solanum lycopersicum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang.
 Dibidang genetika, telah ditemukan bermacam – macam jenis tomat dengan keunggulan yang berbeda – beda, sehingga petani dengan mudah dapat menentukan pilihan sesuai dengan kebutuhan dan kesenangannya. Dibidang tehnik bercocok tanam telah ditemukan satu paket teknologi yang dapat meningkatkan pendapatan. Dibidang penanganan hasil panen, buah tomat dapat diolah menjadi bermacam – macam bentuk olahan, seperti saus, jus, sambal, minuman , dan sebagainya. Pemanfaatan buah tomat yang beragam memberi peluang pemasaran yang sangat luas.

1.2           Tujuan
Ø  Mahasiswa mengetahui karakteristik morfologi tanaman tomat
Ø  Mahasiswa mengetahui macam - macam varietas buah tomat

1.3  Permasalahan
Ø  Mengetahui tomat determinate dan tomat indeterminate ?
Ø  Macam – macam varietas tomat ?
Ø  Teknik budidaya tomat ?

Makalah selanjutnya dapat di download disini !!!

Minggu, 05 Mei 2013

PEMBANGUNAN PERTANIAN MENGGUNAKAN PESTISIDA ORGANIK DENGAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.)

Diposting oleh Unknown di 02.11 0 komentar

ABSTRAK 

Berkembangnya penggunaan pestisida sintesis yang dinilai praktis oleh para petani dan pecinta tanaman untuk mencegah tanamannya dari serangan hama, ternyata membawa dampak negatif yang cukup besar bagi manusia dan lingkungan. Cukup tingginya dampak negatif dari penggunaan pestisida sintetis, mendorong berbagai usaha untuk menekuni pemberdayaan / pemanfaatan pestisida alami sebagai alternatif pengganti pestisida sintesis.

Salah satu pestisida alami yang dapat digunakan adalah ekstrak daun pepaya. Daun pepaya mengandung bahan aktif Papain, sehingga efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Estrak daun pepaya dapat digunakan sebagai pestisida alami setelah dicampurkan dengan minyak tanah dan detergen. Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya memiliki beberapa manfaat, antara lain: dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphid, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga.

Kata kunci : pestisida alami, daun pepaya, papain.

ABSTRACT 

The growing use of synthetic pesticides is considered practical by the farmers and lovers of plants to prevent the plants from pest attack, it brings negative impact big enough for humans and the environment. High enough the negative impact of the use of synthetic pesticides, encouraging efforts to pursue empowerment / utilization of natural pesticides as an alternative to synthetic pesticides.

One of the natural pesticides that can be used are pepaya leaf extract. Papaya leaves contain the active ingredient Papain, so effective for controlling caterpillars and sucking pests. Extract of papaya leaves can be used as a natural pesticide after mixed with kerosene and detergents. Natural pesticides from papaya leaf extract has several benefits, including: can be used to prevent pests such as Aphid, termites, small insects, and caterpillars and various types of insects.

Key words : a natural pesticide, papaya leaf, papain.

PENDAHULUAN 

Latar Belakang

Saat ini, pangan organik merupakan trend komoditas bisnis yang sangat bagus. Berbagai seminar – seminar pun sering dilakukan, baik oleh pihak departemen pertanian, departemen kesehatan, para pejabat teras, bulog bahkan LSM – LSM pun turut serta dalam berpartisipasi agar masyarakat indonesia dan para petaninya agar untuk mengkonsumsi dan menanam pangan organik. Sekarang rata – rata para petani di Indonesia sudah banyak yang membuka lahan dan mengembangkan pertanian organik. Terbukti menurut komentar para petani yang sudah 5 sampai dengan 8 tahun mengembangkan dan membudidayakan pertanian organik, pendapatan petani tanaman organik menuju keadaan membaik daripada petani dengan pertanian kimiawi/anorganik. Alasannya di samping pendapatan hasil pertaniannya meningkat plus mereka juga menikmati pola dan gaya sehat secara alamiah dan murah.

Sejak diluncurkannya Program “Go Organic 2010” oleh Departemen Pertanian pada tahun 2001, pertanian organik telah menjadi sebuah alternatif kegiatan penyediaan pangan. Saat ini pertanian organik telah berkembang secara luas di masyarakat. Perkembangan itu meliputi budidaya tanaman secara organik, kegiatan pengomposan, kegiatan pembuatan pestisida nabati, perdagangan pangan organik segar, pengolahan pangan organik hingga penyajian menu-menu pangan organik di rumah makan.

Selama ini petani tergantung pada pestisida kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Selain harganya mahal pestisida kimia juga merupakan salah satu faktor yang turut andil dalam ketidaksehatannya tanah di Indonesia. Tanah yang telah terkontaminasi oleh pupuk kimia ditambah pula dengan pestisida kimia, maka akan semakin bertumpuk bahan-bahan kimia sintesis ini. Dampak lain dari pestisida kimia antara lain adalah : hama menjadi kebal (resistan), penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil panen, terbunuhnya musuh alami, pencemaran lingkungan, dan kecelakaan pengguna.

Pestisida nabati diartikan sebagai pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan sehingga mudah terurai di alam dan residunya mudah hilang. Pestisida nabati memiliki beberapa fungsi, antara lain :
Repelan, yaitu menolak kehadiran serangga. Misal: dengan bau yang menyengat
Antifidan, mencegah serangga memakan tanaman yang telah disemprot.
Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa
Menghambat reproduksi serangga betina
Racun syaraf
Mengacaukan sistem hormone di dalam tubuh serangga
Atraktan, pemikat kehadiran serangga yang dapat dipakai pada perangkap serangga
Mengendalikan pertumbuhan jamur/bakteri. (Gapoktan, 2009)

Penggunaan pestisida kimia telah memusnahkan 55% jenis hama dan 72% agen pengendali hayati. Mengingat semakin meningkatnya kesadaran masyarakat atas dampak yang diakibatkan oleh penggunaan pestisida kimia yang dapat merusak lingkungan, diperlukan pengganti pestisida yang ramah lingkungan. Salah satu alternatifnya adalah penggunaan pestisida hayati/nabati. (Gapoktan,2009)

Penggunaan pestisida organik harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan kesabaran serta ketelitian. Banyaknya pestisida organik yang disemprotkan ke tanaman harus disesuaikan dengan hama. Waktu penyemprotan juga harus diperhatikan petani sesuai dengan siklus perkembangan hama. Untuk pencegahan adanya hama, penyemprotan dapat dilakukan secara periodik pada tanaman sayuran. Sebaiknya dalam waktu satu minggu sekali atau disesuaikan dengan ada tidaknya hama karena hama selalu berpindah.

Dengan modal usaha yang kecil petani dan kelompok usaha kecil bisa memanfaatkan bahan alam sebagai bahan pestisida dan obat-obatan tanaman. Pengolahan bahan alami untuk obat-obatan pertanian cukup mudah hanya memerlukan ketelatenan, selain itu biayanyapun sangat murah.Salah satu bahan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pestisida alami adalah Daun pepaya yang banyak ditemukan di sekitar kita. Daun pepaya memiliki kandungan bahan aktif Papain yang cukup efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap tanaman. Untuk memanfaatkan daun pepaya menjadi pestisida alami, daun pepaya dibuat ekstrak yang dicampurkan dengan minyak tanah dan detergen.Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya memiliki beberapa manfaat, antara lain: dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphid, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga.

Tujuan

ü Mengedalikan hama dengan pestisida yang ramah lingkungan.

ü Mengurangi penumpukan logam berat pada tanah.

ü Menjaga kesehatan tanah maupun manusia yang mengkonsumsi produk pertanian yang menggunakan pestisida.

Metode 

Langkah dan Cara Pembuatan Pestisida Alami dari Daun Pepaya (Carica papaya)
1. 1 kilogram daun pepaya (sekitar 1 tas plastik besar/ 1 ember besar) dirajang atau dihaluskan.

2. Hasil tumbukan/rajangan direndam di dalam dalam 10 liter air kemudian ditambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gram detergen.

3. Hasil campuran, didiamkan semalam.

4. Menyaring larutan hasil perendaman dengan kain halus.

5. Dan menyemprotkan larutan hasil saringan ke tanaman.

Hasil dan Pembahasan 

Pestisida nabati adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari alam seperti tumbuhan. adapun beberapa keunggulan dari pestisida nabati,antara lain:
jenis pestisida ini mudah terurai (bioegraable) I dalam, sehingga tidak mencemari lingkungan (ramah lingkungan)
relatif aman bagi manusia adn ternak karena residanya mudah hilang.
Dapat membunuh hama/penyakit seperti ekstrak daun papaya,tembakau dan biji mahoni.
Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman,ex:tanaman orok-orok, kotoran ayam.
Bahan yang digunakan pun tidak sulit dijumpai bahkan tersedia bibit secara gratis (ekonomis)

Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresisiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis untuk mengukur tingkat keefektifan dosis yang digunakan dapat dilakukan eksperimen dan sesuai dengan pengalaman Pengguna. jika suatu saat dosis yang digunakan tidak mempunyai pengaruh.dapat ditingkatkan hingga terlihat hasilnya karena penggunaan pestisida nabati relative aman alam dosis tinggi sekalipun. Maka sebanyak apapun yang diberikan tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati yang ada hanya kesalahan teknis, seperti tanaman yang menyukai media kering, karena terlalu sering disiraman lembab, malah akan memicu munculnya jamur, kuncinya adalah aplikasi dengan dosis yang diamati dengan perlakuan sesuai dengan karasteristik dan kondisi ideal tumbuh untuk tanamannya.

Alam sebenarnya telah menyediakan berbagai macam bahan-bahan organik yang dapt digunakan sebagai pengendali hama penyakit tanaman. Namun dibalik manfaatnya itu ada pula kelebihan dan kekurangannya yakni ;

Kelebihan

1. Penguraian yang cepat oleh sinar matahari (degradasi)

2. Menghentikan nafsu makan serangga.

3. Tosisitas umumnya rendah terhadap hewan dan relatif lebih aman pada manusia dan lingkungan.

4. Memiliki spektrum pengendalian yang luas (racun lambung dan saraf) dan bersifat selektif.

5. Dapat digunakan untuk hama yang sudah resistan.

6. Phitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman.

7. Murah dan mudah dibuat oleh petani.

Kekurangan
1. Cepat terurai dan daya kerjanya relatif lambat sehingga aplikasinya harus lebih sering.

2. Daya racunnya rendah sehingga serangga tidak langsung mati.

3. Produksinya belum bisa diadakan dalam skala besar karena keterbatasan bahan baku dan tenaga yang cukup banyak.

4. Kurang praktis dan tidak dapat lama disimpan.

Ada beberapa bahan-bahan organik yang bisa dengan mudah didapat dan dapat digunakan sebagai pestisida organik. Contohnya saja, daun pahitan, daun sirsak, daun mimba, dan juga daun pepaya. Daun papaya merupakan salah satu dari tumbuhan yang hidup didaerah tropis. Daun papaya memiliki banyak manfaat. Daun ini mempunyai ciri-ciri batang pohon yang halus. Tidak beranting seperti palem. Tetapi tidak berkayu.buahnya berdaging tebal dan manis. Tumbuhan ini di sebut juga dengan buah betik(carica papaya L.) bentuk daunnya menjari. Daun ini bisa bermanfaat untuk sayur-sayuran yang bergizi dan juga sebagai pestisida nabati yang ramah lingkungan.

Daun pepaya (Carica papaya) mengandung berbagai macam zat, antara lain : vitamin A 18250 SI , vitamin B1 0,15 mg, vitamin C 140 mg, kalori 79 kal, protein 8,0 gram, lemak 2 gram, hidrat Arang 11,9 gram, kalsium 353 mg, fosfor 63 mg, besi 0,8 mg, air 75,4 gram , papayotin, kautsyuk, karpain, karposit. Daun pepaya mengandung bahan aktif “Papain”.

Papain adalah salah satu enzim yang terkandung pada getah papaya, baik dalam buah, batang dan daun. Papain ini biasa dimanfaatkan baik di rumah tangga maupun di industri. Pada industri pengolah daging, papain digunakan sebagai pelunak daging, sebagai penghancur sisa atau buangan hasil industri pengalengan ikan menjadi bubur ikan. Pada industri penyamakan kulit, papain digunakan sebagai pelembut kulit. Selain itu papain juga dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam preparat farmasi serta bahan aktif dalam pembuatan krim pembersih kulit.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, daun pepaya dengan zat flavonoid dapat membunuh dengan efektif serangga yang mempunyai kadar protein tinggi didalam tubuh. Selain itu, daun pepaya juga memiliki zat-zat yang dapat mempengaruhi keseimbangan zat didalam tubuh serangga yang berprotein tinggi.

Simpulan 

Dari hasil yang kami dapat tentang menggunakan pestisida organik dapat membawa dampak yang positif seperti pembasmi hama yang ramah lingkungan, bahan mudah didapatkan, dan cara pembuatan pestisida organik sangat mudah. Namun ada beberapa kelemahannya yakni tidak dapat langsung mematikan hama karena daya racunnya rendah. Ini menjadikan tidak praktis dan bahannya pun tidak dapat disimpan lama.

Ada beberapa bahan-bahan organik yang bisa dengan mudah didapat dan dapat digunakan sebagai pestisida organik. Contohnya saja, daun pahitan, daun sirsak, daun mimba, dan juga daun pepaya. Pada daun pepaya terdapat bahan aktif papain dan flavoniod yang efektif membasmi hama. Inilah yang menjadi bahan yang akan digunakan dalam pembasmian hama. Karena bahan ini sangat mudah didaapat dan mudah cara pembuatannya.

Pestisida organik seharusnya dikembangkan dalam skala besar, untuk meningkatkan pembangunan pertanian menuju ke arah yang ramah lingkungan karena sangat berpengaruh positif bagi tanah terutama hasil pertanian. Sehingga secara tidak langsung pestisida organik dapat memperbaiki kesehatan para konsumen dan petani itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA 

Gapokta, 2009. Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Nabati. http//gapoktantanimaju.blogspot.com/2009/01/pestisida-nabati.html (diakses 3 Januari 2012)

Anonymous,2011. Daun pepaya.http://anakireida.blogspot.com/2011/11/v-behaviorurldefaultvml-o.html (diakses 3 Januari 2012)

Anonymous,2010.Pestisida organik. http://blog.ub.ac.id/antofp/2010/05/18/pestisida-organik/ (diakses 3 Januari 2012)

Anonymous,2011. Pestisida organik. http://galeriukm.web.id/unit-usaha/agrobisnis-unit-usaha/membuat-pestisida-sendiri-untuk-pertanian-organik. (diakses 4 Januari 2012)

Anonymous, 2011. Papain. http://118.96.106.212/labslib/index.php?p=show_detail&id=4440. (diakses 4 Januari 2012)

Anonymous,2011. Pestisida organik. http://www.kebonkembang.com/panduan-dan-tip-rubrik-35/pemanfaatan-ekstrak-daun-pepaya-carica-papaya-sebagai-pestisida-alami-yang-ramah-lingkungan.html . (diakses 4 Januari 2012)

Pertanian Organik

Diposting oleh Unknown di 01.39 0 komentar


A. LATAR BELAKANG

Pada era globalisasi yang semakin maju banyak masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.

Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi dan ramah lingkungan. Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.

Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya hayati tropika yang unik, kelimpahan sinar matahari, air dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghormati alam, potensi pertanian organik sangat besar. Pasar produk pertanian organik dunia meningkat 20% per tahun, oleh karena itu pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan pada tanaman bernilai ekonomis tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

B. TUJUAN

1. Tujuan jangka panjang

Tujuan jangka panjang yang akan dicapai melalui pengembangan pertanian organic adalah sebagai berikut :

Ø Melindungi dan melestarikan keragaman hayati serta keragaman dalam bidang pertanian.

Ø Memasyarakatkan kembali budi daya organic yang sangat bermanfaat dalam mempertahankan dan meningkatkan produktivitas lahan sehingga menunjang kegiatan budi daya pertanian yang berkelanjutan.

Ø Membantu meningkatkan kesehatan masyarakat dengan cara menyediakan produk – produk pertanian bebas peptisida dan bahan kimia pertanian lainnya.

2. Tujuan jangka pendek

Tujuan jangka pendek yang akan dicapai melalui pengembangan pertanian organic adalah sebagai berikut :

Ø Mengembangkan dan meningkatkan minat petani pada kegiatan budi daya organic baik sebagai mata pencaharian utama maupun sampingan yang mampu meningkatkan pendapatan tanpa menimbulkan terjadinya keruskan – kerusakan lainnya.

Ø Mempertahankan dan melestarikan produktivitas lahan, sehingga lahan mampu memproduksi secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang maupun yang akan datang. 


 

Ardisty Blog's Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea